Penat

Posted: Sunday, August 3, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels:

Saat langkah kaki menjejak tanah-tanah lembab
Saat kedip mata menjenuh air muka sembab
Biarkan awan
Menyekap rembulan


:aku tak perduli



Saat dengung nyanyi terdengar dari suling bambu
Saat kecut lidah memaki dongeng-dongeng tabu
Biarkan dingin
Mengkhianati angin


:aku tak perduli



Begitu penat
Ingin berlari tapi tak sempat
Kaki ini keburu tertanam dalam tanah
Air muka sembab menjadi air mata nanah


:aku mulai perduli



Begitu penat
Ingin mendengar nirwana tapi tak dapat
Kuping ini keburu tuli dalam dengung
Dongeng tabu hentikan detak dalam jantung


:aku mulai perduli

1 comments:

  1. novri said...
  2. gitu dong mas, jangan cuek dengan lingkungan
    puisinya mantap mas!



Post a Comment

 
Mau belajar online php dan mysql untuk bikin web? Gabung aja di sini, ada kelas gratis buat sobat