Belajar menulis, Kau mengeja

Posted: Monday, July 28, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 1 comments

Tolong eja untuk ku
sebuah kata; bahagia
yang kulihat dalam khimar bunga
berwarna merah muda


tolong eja untuk ku
sebuah kata; renjana
yang kurasa dalam rongga dada
bersama amuk raga


bagaimana ku tulis syair
tentang air yang mengalir
dari elok rupa
derasnya air mata


bagaimana kutulis do'a
tentang mimpi yang bergema
dari seorang manusia
penuhnya luka menganga


("jangan mengeja takdir
kalau tak tau kapan berakhir")


tuhan,
kalau 'derita' yang tertulis
haruskah aku menangis?


("jangan!karena mungkin
kau hanya salah menulis")




Baca tuntas...

Jam Dinding

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments

Jam satu
jam dua
satu jam terbenam dibeban waktu
dua jam menghisap daun-daun syurga



melihat rupa
jelajahi kolong-kolong buram
melihat malam
jejaki laki-laki bertapa



dua jam. Antara
jam satu
jam dua
melihat mahar jadi batu-batu jingga



untuk perempuan terasing
satu, tiga jam yang lalu
bukanlah terasing;



("mimpiku layang-layang
tak bisa terbang, janganlah kau terbang
kejar saja aku pada bayang")



biru-biru langit tak sebiru-biru kakiku
habis, habis waktu
bukan satu, tiga jam
kukejar bayang layang hitam





Baca tuntas...

ESOK NANTI (kesandung mendung bag.2)

Posted: Thursday, July 3, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 3 comments

Baca sajak sebelumnya, 'Buah hati (kesandung mendung bag.1)'

Bocah berulah datang menodong
Tagih janji bapak yg tidur di siang bolong
Minta mainan seperti punya anak tetangga
Mengamuk karena bosan bermain ular tangga

Bocah menangis bersembunyi di bawah kolong
Terisak tak mengerti kenapa bapak berbohong
Minta mainan baru sejak hari rabu
Merengek karena bosan bermain bambu

Nak, sini nak! bapak punya cerita
Kisah tentang si kaya dan ‘siapa kita’
Jangan di kolong jangan rusak dinding bata
Sudah, sudah! kau hapuslah itu air mata

Kau tau kenapa orang bisa kaya?
Karena mereka buaya!
Karena mereka pencuri!
Kau tau kenapa mereka tak punya harga diri.

Kau tau kenapa orang, ‘seperti kita’?
Karena tak punya cukup pelita!
Karena tak punya cukup kesempatan!
Kau tau kenapa kita susah membeli mainan.

Kita ini orang miskin
Selalu hidup seperti lilin
Lalu menunggu redup ditiup angin

Esok nanti
Jadilah pencuri yang tak punya hati
Lebih baik tak punya harga diri daripada mati

Kau lelaki
Bersahabatlah dengan maki
Kau simpan permata, dibeli dengan daki

Kau lelaki
Berilah orang segelas susu pakai baki
Kau teguk lautan, muntahkan satu seloki

Esok nanti….
Jadilah kau buaya,
Dan jauhi mara bahaya
Jadilah kau hewan,
Dan berlagak seperti pahlawan

Jadilah kau penjilat,
Jangan akui kau seekor ‘lalat’
Jadilah kau penipu,
Jangan akui kau seorang ‘tukang sapu’

Menjadi pencuri
Untuk anak isteri

Esok nanti
Semoga kita tak lagi lagi sakit hati

(Bersambung lagi ya….)

Wizurai,





Baca tuntas...
 
Mau belajar online php dan mysql untuk bikin web? Gabung aja di sini, ada kelas gratis buat sobat