Sang Murid Pada Gurunya

Posted: Thursday, July 8, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 5 comments
Tok tok tok... Assalamualaikum, Mau ikut belajar 'membajak sajak' di sini Absen dulu sama tuan guru : Saya hadir! (tuan guru berkata) silahkan duduk, bawa pena dan kertas sendiri. simpan 'ingatan sajakmu' di atas meja : Kita mulai dari nol lagi ya... Lalu itu kuping, mata, hidung dan tangan milik siapa? kalau punyamu silahkan pakai pada tempatnya tapi kalau punya orang lain : Pintu keluar kelas sebelah sana Perlukah kutulis sebuah sajak untuk perkenalan, tuan guru? "Tidak perlu! Sebutkan...

Baca tuntas...

INGIN MATI

Posted: Sunday, July 4, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 8 comments
Senyap menyelinap dalam sunyi yang bersembunyi. Do’a - do’a terdengar; HINGAR! BINGAR! Mampu membuat jagad ini bergetar. Sahutan binatang malam diredam di perut bumi. Cahaya lilin melukis bayang-bayang yang bersimpuh; malu, rapuh, mampu membuat dinding semesta ini runtuh. Binalnya rembulan menunggu pagi, tak sabarnya bintang menunggu mentari menyulam langit. Hentikanlah waktu; aku ingin mati! Aku ingin mati!. Satu-satu suara menghilang saat kata bukan lagi do’a. Satu-satu asa tertinggal saat bahagia bukan...

Baca tuntas...

Ruang Aku dan Diriku

Posted: Friday, July 2, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 4 comments
repost; Ruang 1/ Kamar ini tak pernah senyaman dulu Tempat aku dan diriku menganyam bulu Bulu mimpi yang kami rangkai jadi awan Satu di kasur. Satu digulung jadi bantalan (kini kami hanya menyulam awan kelam) Ruang 2/ aku dan diriku tak pernah seakrab dulu memamah sajak yang bercampur batu batu angan yang kami pahat jadi bulan satu di pintu. Satu di atas meja makan (dan kini kami hanya memahat batu nisan) Ruang 3/ Tempat bersuci dan menikmati hujan Semadi meluruh—lelah dan kotoran Tempat kami saling jujur...

Baca tuntas...

Untuk Mimpi yang Kami Khianati

Posted: Tuesday, June 29, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 6 comments
Sebatang rokok yang sudah menjadi berhala tak habis kami cumbui di malam itu. Pun nyanyian sekelompok anak muda dan gitar sumbangya berlomba mendengung di kedua telinga. Sabda-sabda alam malam tak kalah menusuk seperti panah hujan yang sejak maghrib menancap di ubun-ubun. Kami ingat mimpi-mimpi. Yang semakin hari semakin panjang tak berujung. Secangkir kopi pahit yang sudah menjadi dewa tak lekas kami teguk malam itu. Pun gerung-gerung mesin dan decit rodanya merambat dengan angin membelai tubuh lembab kami....

Baca tuntas...

Pseudoreality

Posted: Saturday, June 26, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 2 comments
(Intro sebuah kelahiran) DUARR!Terdengar sebuah letusan yang entah bunyi senjata atau petasan di telinga kami yang sebelah kanan. Sebentar tuli, sebentar berdengung, sebentar clingak-clinguk, sebentar bingung. “Apa ini?” “Bunyi apa yang bikin kuping kanan kami serasa tuli seperti ini?” “Hihihihii…” Lalu terdengar tawa—ringkik meninggi, lengking—kuntilanak atau centring manik di telinga kami sebelah kiri.Angin dingin terasa menggerayangi sekujur tubuh, kami bergidik ngeri. “A—apa pula itu?” Tanya kami...

Baca tuntas...

Pada Malam

Posted: Friday, June 25, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 4 comments
Pada akhirnya dirimu akan tetap menjadi malam dan aku menghitung setakar embun di punggung daun sendiri dengan samar bulan menjadi mimpi-mimpi Sungguh kita tak pernah bisa bersatu mengubur kenangan tentang siang-malam yang berkejaran tentang gemerisik rambut pohon yang dibisiki angin-angin dada kita telah penuh sesak dengan ikrar cinta namun tetap wizurai terperangkap di lazuardi dan alqamar yang merindu di balik burqa-mega Pada akhirnya dirimu akan tetap menjadi malam sedangkan aku adalah...

Baca tuntas...
 
Mau belajar online php dan mysql untuk bikin web? Gabung aja di sini, ada kelas gratis buat sobat