Showing posts with label Puisi (Kesandung mendung). Show all posts
Showing posts with label Puisi (Kesandung mendung). Show all posts

Sang Murid Pada Gurunya

Posted: Thursday, July 8, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 5 comments
Tok tok tok...

Assalamualaikum,

Mau ikut belajar 'membajak sajak' di sini
Absen dulu sama tuan guru : Saya hadir!


(tuan guru berkata)
silahkan duduk, bawa pena dan kertas sendiri.
simpan 'ingatan sajakmu' di atas meja
: Kita mulai dari nol lagi ya...

Lalu itu kuping, mata, hidung dan tangan milik siapa?
kalau punyamu silahkan pakai pada tempatnya
tapi kalau punya orang lain
: Pintu keluar kelas sebelah sana

Perlukah kutulis sebuah sajak untuk perkenalan, tuan guru?
"Tidak perlu! Sebutkan saja namamu"
Kenapa?
"Karena sebuah sajak akan dikenali dari kebesaran nama penyairnya"

Oh, pantas kulihat banyak orang memamah sajak dari seorang penyair
besar dengan seteguk tafsir dan sesuap ma'rifat, lalu berkata
:Enak, maknyus!

(padahal rasanya hambar dan tak cocok dengan lidah bangsa awam)
 
Tapi tuan guru
tolong ajarkan padaku cara menikmati rasa hambar itu
biar kuurai senyawa kata jadi pedas. manis. asin dan kecut di lidah
biar kubisa mengenali kebesaran nama dari berbagai hidangan sajaknya

 
=====================================================
Mangga bang HAH, kita mulai lagi pelajaran membajak, memilih bibit,
tandur, sampai panen sajak plus ilmu tafsirnya. Supaya kita bisa
menikmati buah sajak yang adiwarna dan banyakrasa...kalaupun terasa
hambar, setidaknya kita tau cara menikmatinya.

(ini mu bikin sajak apa bercocok tanam..hihihi)


====================================================
Sajak ngasal untuk perkenalan ketika gabung di milis nya Hasan Aspahani (salah satu Penyair favorit ane, ckckckck)

Baca tuntas...

ESOK NANTI (kesandung mendung bag.2)

Posted: Thursday, July 3, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 3 comments

Baca sajak sebelumnya, 'Buah hati (kesandung mendung bag.1)'

Bocah berulah datang menodong
Tagih janji bapak yg tidur di siang bolong
Minta mainan seperti punya anak tetangga
Mengamuk karena bosan bermain ular tangga

Bocah menangis bersembunyi di bawah kolong
Terisak tak mengerti kenapa bapak berbohong
Minta mainan baru sejak hari rabu
Merengek karena bosan bermain bambu

Nak, sini nak! bapak punya cerita
Kisah tentang si kaya dan ‘siapa kita’
Jangan di kolong jangan rusak dinding bata
Sudah, sudah! kau hapuslah itu air mata

Kau tau kenapa orang bisa kaya?
Karena mereka buaya!
Karena mereka pencuri!
Kau tau kenapa mereka tak punya harga diri.

Kau tau kenapa orang, ‘seperti kita’?
Karena tak punya cukup pelita!
Karena tak punya cukup kesempatan!
Kau tau kenapa kita susah membeli mainan.

Kita ini orang miskin
Selalu hidup seperti lilin
Lalu menunggu redup ditiup angin

Esok nanti
Jadilah pencuri yang tak punya hati
Lebih baik tak punya harga diri daripada mati

Kau lelaki
Bersahabatlah dengan maki
Kau simpan permata, dibeli dengan daki

Kau lelaki
Berilah orang segelas susu pakai baki
Kau teguk lautan, muntahkan satu seloki

Esok nanti….
Jadilah kau buaya,
Dan jauhi mara bahaya
Jadilah kau hewan,
Dan berlagak seperti pahlawan

Jadilah kau penjilat,
Jangan akui kau seekor ‘lalat’
Jadilah kau penipu,
Jangan akui kau seorang ‘tukang sapu’

Menjadi pencuri
Untuk anak isteri

Esok nanti
Semoga kita tak lagi lagi sakit hati

(Bersambung lagi ya….)

Wizurai,





Baca tuntas...

Buah Hati

Posted: Wednesday, March 19, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 2 comments

Kesandung mendung ( bag 1)

geram si bocah pada khayalnya
merengek campakan tangis dalam kelambu
bangun berlari lalu terjatuh minta dibeli
menyusut merangkul lutut di depan bale

pagi cerah menunggu teman sebaya
mengukur kebun buat mainan dari bambu
tertawa haha! sambil semua bertingkah geli
merambat senang gembira sampai tibanya sore

'Aduh emak' si bocah terlambat takut ditanya
menggoda bercerita ada si gila mencuri jambu
berbohong tentang hari karena takut dimarahi
emak pergi tahu kenapa si bocah terus mengoceh

pulang magrib lampu lampu sudah menyala
pergi mandi lalu menyantap semangkuk sayur labu
'emak!' hari ini Zuhrie tidak berkelahi
'emak' hari ini Zuhrie tidak bermain becek

=============================
Terinspirasi dari Puisi puisi Hasan Aspahani
bersambung ya....


Baca tuntas...
 
Mau belajar online php dan mysql untuk bikin web? Gabung aja di sini, ada kelas gratis buat sobat