Showing posts with label Puisi (pelarian). Show all posts
Showing posts with label Puisi (pelarian). Show all posts

INGIN MATI

Posted: Sunday, July 4, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 8 comments
Senyap menyelinap dalam sunyi yang bersembunyi. Do’a - do’a terdengar; HINGAR! BINGAR! Mampu membuat jagad ini bergetar. Sahutan binatang malam diredam di perut bumi. Cahaya lilin melukis bayang-bayang yang bersimpuh; malu, rapuh, mampu membuat dinding semesta ini runtuh. Binalnya rembulan menunggu pagi, tak sabarnya bintang menunggu mentari menyulam langit. Hentikanlah waktu; aku ingin mati! Aku ingin mati!. Satu-satu suara menghilang saat kata bukan lagi do’a. Satu-satu asa tertinggal saat bahagia bukan lagi dunia. Satu-satu pintu hati tertutup saat jiwa teraniaya. Satu-satu sendi terasa kaku saat hidup-ikhlas tak lagi bersenyawa. Ahhh...sudahlah, biarkan malam ini kembali senyap, sepi. Percuma hingar dan bingar kalau hidupku adalah ‘kata hati’. Ketika ingin mati; aku mati!.

repost;
============================================
Editan dari puisi 'ingin mati'

Wizurai,

Baca tuntas...

Ruang Aku dan Diriku

Posted: Friday, July 2, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 4 comments
repost;


Ruang 1/
Kamar ini tak pernah senyaman dulu
Tempat aku dan diriku menganyam bulu
Bulu mimpi yang kami rangkai jadi awan
Satu di kasur. Satu digulung jadi bantalan
(kini kami hanya menyulam awan kelam)

Ruang 2/
aku dan diriku tak pernah seakrab dulu
memamah sajak yang bercampur batu
batu angan yang kami pahat jadi bulan
satu di pintu. Satu di atas meja makan
(dan kini kami hanya memahat batu nisan)

Ruang 3/
Tempat bersuci dan menikmati hujan
Semadi meluruh—lelah dan kotoran
Tempat kami saling jujur menyapa
Saat berkumur, berkaca jarak sedepa
(tapi kini air mata kami yang jadi mata air)

Ruang 4/
Tempat kami mengenal DIA. Lima sehari
tempat yang sudah lama tak kami kunjungi
bukan karena telah mengenalNYA
atau bosan tak bisa mengenalNYA
(tapi kami sibuk saling mengenal diri sendiri)

Ruang 5/
Sebuah ruang, dimana ruang—kami berada
Tempat dimana kami mulai saling tak kenal
Siapa aku?
Siapa diriku?

Baca tuntas...

Kesekian Sepi

Posted: Thursday, June 17, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 10 comments
Di sebatang kayu yang kuyu
menulis kenang dalam kening
bisu sendiri berteman sondari

di sini merangkul kaki setengah kaku
ingin aku menutup mata sampai mati
bila terjaga tak ada sapa di dalam sepi

:dipeluk leluka seorang lelaki

Baca tuntas...

Kabar Duka

Posted: Thursday, April 15, 2010 | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Maaf,
aku membisikanya di bibirmu

:kabar yang kubawa pagi ini
adalah luka yang menghias kupingmu
dua tahun lalu menjadi
anting-anting

maaf,
aku membisikannya di dadamu

:biar langsung menusuk jantung
tanpa membuatmu terlebih
tuli.buta.bisu seperti
mayat-hidup

maaf,
karena luka ini akan membekas
di bibir dan dadamu
tapi tak lagi menjadi anting-anting
di kupingmu

Baca tuntas...

Penat

Posted: Sunday, August 3, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 1 comments

Saat langkah kaki menjejak tanah-tanah lembab
Saat kedip mata menjenuh air muka sembab
Biarkan awan
Menyekap rembulan


:aku tak perduli



Saat dengung nyanyi terdengar dari suling bambu
Saat kecut lidah memaki dongeng-dongeng tabu
Biarkan dingin
Mengkhianati angin


:aku tak perduli



Begitu penat
Ingin berlari tapi tak sempat
Kaki ini keburu tertanam dalam tanah
Air muka sembab menjadi air mata nanah


:aku mulai perduli



Begitu penat
Ingin mendengar nirwana tapi tak dapat
Kuping ini keburu tuli dalam dengung
Dongeng tabu hentikan detak dalam jantung


:aku mulai perduli


Baca tuntas...

Belajar menulis, Kau mengeja

Posted: Monday, July 28, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 1 comments

Tolong eja untuk ku
sebuah kata; bahagia
yang kulihat dalam khimar bunga
berwarna merah muda


tolong eja untuk ku
sebuah kata; renjana
yang kurasa dalam rongga dada
bersama amuk raga


bagaimana ku tulis syair
tentang air yang mengalir
dari elok rupa
derasnya air mata


bagaimana kutulis do'a
tentang mimpi yang bergema
dari seorang manusia
penuhnya luka menganga


("jangan mengeja takdir
kalau tak tau kapan berakhir")


tuhan,
kalau 'derita' yang tertulis
haruskah aku menangis?


("jangan!karena mungkin
kau hanya salah menulis")




Baca tuntas...

Bukan Tentang Cinta

Posted: Thursday, April 17, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 2 comments

Suara suara binatang malam
Menambah khusyu kubaca kalam
Mencari arti hidup
Saat nur Ilahi kian meredup

Hidupku mencari mati
atau bergelimang harta dalam peti
Nista
Dan binasa

Terbang di atas derita dalam jiwa
Lalu melayang mengawang kecewa
Bersujud
tanpa wujud

Ya Rabbi,
Ya Rabbi,
Jengah di tengah aku yang lengah
Dendam dipadam kau yang menggenggam

Kuharap nur
Untuk ikuti jiwa jiwa yg tlah gugur
Biar nanti binasa
Matiku tak hanya bawa dosa

Menggila dalam liang lahat
Terkubur bersama beribu ribu subuhat
Dalam agama menjadi jahil
Dalam harta dan nyawa terlebih bakhil

Genggam hatiku dalam Din-Mu
Sertakan ragaku dalam rencana-Mu
Jadikan hamba manusia penuh syukur
Tundukan jiwa bersujud dan tersungkur

Biar kugali sukma
Biar kemenangan yang menggema
Beri hamba pembeda
Dari fitnah yang tak kunjung reda

Berilah hamba kesempatan;
Tunjukilah jalan kebaikan;




Baca tuntas...

Naskah hidup

Posted: Friday, March 28, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 1 comments

Pagi pagi pelangi turun

Kupu kupu berebut harta karun

Bunga bunga berkudung merah marun

Terbangun mimpi di tengah gurun;


Hari ini indah

Kemarin hanya gundah

Besok mungkin resah

Terbangun mimpi di antara bahu patah;


Bangkit segera bangkit

Walau hidup tak ada restu langit



Hari ini cinta

Kemarin hanya kata

Besok mungkin buta

Terbangun mimpi di lakon sang pencipta;


Bangkit segera bangkit

Walau hati masih terasa sakit


Baca tuntas...

GO AMUCK

Posted: Thursday, March 13, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments

Tak kenal diri ketika angkara
Tertunduk malu kubaca aksara
Keluh kesah dan dendam bergelora
Kutimang gelisah di tumpukan lara
‘Membara’

Berilah lantunan walau nada resah
Biar tersenyum hati yang marah
Bagai bola api di langit berwarna merah
Siap menghujam kencang menumbuk tanah
‘Amarah’

Aku ingin memecah semesta
Padamkan matahari sampai jiwa gelap gulita
Hentakan kaki sampai gunung gunung rata
Miliki bintang timur sampai mataku buta
‘Meminta’

Cengkram dadaku!
Akan kuamuk semesta di setiap penjuru

Padamkan marahku!
Akan kuamuk semesta lintasi waktu

Dinginkan hatiku!
Akan kurobek langit yang masih biru

Blarrrr!!!
Kuhantam dinding galaksi sampai ‘bergetar’

Tak perduli batu batu jagat hujani kepala
Tak perduli pula apa kata maki sang kala

Byurrr!!!
Melompat ke tengah samudra sampai ‘tercebur’

Menyelam ke batas mengubur jiwa yang kalap
Dalam, dalam, aku ingin dasar yang paling gelap

Marah pada diri sendiri
Lalu kuluapkan pada dunia
Biarkan aku di batas, sendiri
Lalu kulupakan saja semua

=======================================================
hahah..lagi kesel sama diri sendiri, akhirnya muncul ide untuk bikin puisi hiperbola di atas......selamat membaca dan mengapresiasi.

hatur nuhun,
wizurai


Baca tuntas...

SANGKALA

Posted: Monday, February 11, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Berusaha berjalan sampai waktu senja
Acuhkan badan yang sudah terlalu manja
Terbayang lepaskan dahaga di ujung siang
Setelah selamat lewati ladang dan jurang

Manusia tak pernah berhenti berjalan
Kadang berlari atau bergerak sangat pelan
Waktu berlalu tak pernah membeku
Mengejar manusia pada jalan lurus atau berliku

Kutatap jalan panjang di depanku
Kuputuskan untuk berlari atau biarkan waktu yg berlalu
Aku berhenti, waktu terus berlari
Aku berlari, waktu tak pernah berhenti

Berlomba dengan waktu
Berusaha sampai ujung terlebih dahulu
Meski tak tau di mana akhirnya
Bisa jauuhhhhhh ke matahari atau hanya di sebrang sana

Tengah hari sampai aku di persimpangan
Hhh senjaku masih jauh, bisikku dalam angan
Tak tau arah mana yg harus aku pilih kini
Seharusnya sudah terpikirkan ketika aku berlari tadi

Umurku terbuang hanya untuk berlari
Entah untuk bermimpi atau mengejar mimpi
Ketika jiwa terasa terburu oleh waktu
Raga di persimpangan hanya diam membatu

Aku masih di sini
Di persimpangan di bawah matahari terik
Masih terbayang lepaskan dahaga saat senja
Terbayang juga perjalanan ini berakhir ketika senja

Aku masih di sini
Perhatikan waktu yg datang menghampiri
Lalu aku bertanya pada waktu
Dan ia jawab datang untuk menjemputku

Oh layla seketika tubuh ini bergetar
Sadari angan yg terbang tinggi telah ingkar
Ragaku ambruk diterjang kenyataan
Padahal aku baru datang di persimpangan

Oh layla ingatlah kata kataku ini
Kau harus tau untuk apa kau berlari
Tak perduli kapan jalan ini berakhir
Ketika berlari kau harus terus berpikir

Jangan mencemooh waktu
Karena kau berlari terlebih dahulu
Perjalananmu mungkin berakhir sampai senja
Atau mungkin hanya sampai pagi buta

Oh layla jangan percaya pada angan yg selalu ingkar
Tapi berlarilah dalam keadaan sadar
Ketika waktu datang menjemput
Percayalah, tak satu pun dalam dadamu tumbuh rasa takut

Oh layla aku hidup untuk berlari
Tapi tak pernah tau untuk apa aku berlari
Oh layla aku hidup untuk berangan
Tapi ternyata jalanku hanya sampai persimpangan

Berburu angan
Diburu waktu
Maut,
Aku takut


Baca tuntas...

Jagad Raya

Posted: Sunday, January 20, 2008 | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Kenapa bumi ini selalu berputar
Haruskah bias sinar ini
Mengambang di atas jagad raya
Haruskah
Percik api ini
Terlepas dari dasar yang bergelora
Haruskah….

Baca tuntas...

Elok

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Kalam terdengar dingin di telinga
Bayangan rembulan pada permukaan kaca
Selidiki senandung serangga malam
Yg terdengar sayup

Elok,
Tapi aku salah mengerti
Kukira ini berujung di pagi hari
Sedikit demi sedikit
Hilang…….

Elok
Tapi banyak yg tak mengerti
Maksud hati ingin menghibur
Malah lenyap terkubur
Kemudian menuju mati…………..

Baca tuntas...

Dua

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Kadang sulit lidah ini tuturkan kisah
Apalagi kisah tentang ku
Padahal aku ingin ia tau tentang diriku

Tak ada yg luar biasa
Malah justru memuakan
Tak ada yg bisa kubanggakan

Mungkin aku malu
Mungkin juga aku takut
Menyadari bahwa diriku seperti itu

Baca tuntas...

PUISI-PUISI MALAM ( sebuah dunia )

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
orang kalah
Ketika setiap orang berusaha untuk jadi yang terbaik
Apa yang bisa diperbuat oleh orang-orang yang tlah kalah?
Ketika setiap orang merasa bahwa dirinyalah yang terbaik
Itu karena kita hidup dalam persepsi masing-masimg
Dan dalam dunia yang kita ciptakan masing-masing pula
………

Baca tuntas...

25 AGUSTUS

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Hari-hari hitam
Telanjangi aku dengan kecut
Dibias udara
Dihanyutkan dahaga
Aku lelah…
Bumi ini ada untuk para penipu,penjilat dan PENGKHIANAT

Baca tuntas...

Pancaroba

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Suci terang,
AnugrahMu beri hamba kehidupan
Ada rasa merayu di dada
Sepadan dengan angkara
Selaksa beribu murka meresap di raga
Rindu, menjadi jiwa yg tenang

Baca tuntas...

nur

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Ada wajah yg tak terlihat
Ada kata yg tak terdengar
Ada nama yg tak ku ingat,
Sedalam apapun ku bersembunyi di balik kalaf
Rentan dogma-dogma penyangga tubuhku ini runtuh
Kenapa aku masih berlari?

Baca tuntas...

Jalan panjang

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Wangi dedaunan sadarkanku berada di sini
Sinar merkuri menjamah jari-jari kaki
yg sedang menapaki butir-butir kerikil
yg memenuhi jalanku
tak terasa perjalananku sampai di sini
hariku terasa gelap
malamku terasa lebih gelap lagi
tak tahu jalan mana yang telah ku pilih
karena hanya redup sinar merkuri
yang menjamah kakiku,
seharusnya aku punya matahari
seharusnya aku punya cahaya bulan
tapi hatiku terlalu angkuh untuk mengakui
bahwa kebenaran ada di luar sana
bukan dalam hati ini

Baca tuntas...

pancaroba (aku dan pancaroba)

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Di tengah rimbun awan kelam dataran ini

Tanah tandus terpaku membingkai malam

Redup cahaya sampai ke bumi

Gelap matahari sampai ke dasar lautan

Tapi kini malam telah kembali

Bukan soal matahari

Bukan soal bulan lagi

Tapi tentang diriku

Tandus seperti dataran ini

Redup seperti aku akan kehilangan cahayaNya

Baca tuntas...

Palsu kelakuan dunia (aku dan pancaroba)

Posted: | Ditulis oleh saha | Labels: 0 comments
Perih berdarah
Tajam gelisah

Bagai meneguk arak
Memaksa jantung berhenti berdetak

Jiwaku melayang
Hatiku mengeras seperti karang

Nadi-nadiku terputus
Meminta tumbal hati-hati yg haus

Nuraniku berkarat
Hari demi hari kebenaran terasa berat

Akalku berpesan
Pada raga yang kini dihuni setan

Mataku menangis
Rasakan kelakuan dunia sakit seperti teriris

Aku lebih baik mati
Daripada melihat dunia ini mati

Baca tuntas...
 
Mau belajar online php dan mysql untuk bikin web? Gabung aja di sini, ada kelas gratis buat sobat