repost;
============================================
Editan dari puisi 'ingin mati'
Wizurai,
Baca tuntas...
Memamah sajak dan do'a - do'a
Di sebatang kayu yang kuyu
Saat langkah kaki menjejak tanah-tanah lembab
Saat kedip mata menjenuh air muka sembab
Biarkan awan
Menyekap rembulan
:aku tak perduli
Saat dengung nyanyi terdengar dari suling bambu
Saat kecut lidah memaki dongeng-dongeng tabu
Biarkan dingin
Mengkhianati angin
:aku tak perduli
Begitu penat
Ingin berlari tapi tak sempat
Kaki ini keburu tertanam dalam tanah
Air muka sembab menjadi air mata nanah
:aku mulai perduli
Begitu penat
Ingin mendengar nirwana tapi tak dapat
Kuping ini keburu tuli dalam dengung
Dongeng tabu hentikan detak dalam jantung
:aku mulai perduli
Tolong eja untuk ku
sebuah kata; bahagia
yang kulihat dalam khimar bunga
berwarna merah muda
tolong eja untuk ku
sebuah kata; renjana
yang kurasa dalam rongga dada
bersama amuk raga
bagaimana ku tulis syair
tentang air yang mengalir
dari elok rupa
derasnya air mata
bagaimana kutulis do'a
tentang mimpi yang bergema
dari seorang manusia
penuhnya luka menganga
("jangan mengeja takdir
kalau tak tau kapan berakhir")
tuhan,
kalau 'derita' yang tertulis
haruskah aku menangis?
("jangan!karena mungkin
kau hanya salah menulis")
Suara suara binatang malam
Menambah khusyu kubaca kalam
Mencari arti hidup
Saat nur Ilahi kian meredup
atau bergelimang harta dalam peti
Nista
Dan binasa
Lalu melayang mengawang kecewa
Bersujud
tanpa wujud
Ya Rabbi,
Jengah di tengah aku yang lengah
Dendam dipadam kau yang menggenggam
Untuk ikuti jiwa jiwa yg tlah gugur
Biar nanti binasa
Matiku tak hanya bawa dosa
Terkubur bersama beribu ribu subuhat
Dalam agama menjadi jahil
Dalam harta dan nyawa terlebih bakhil
Sertakan ragaku dalam rencana-Mu
Jadikan hamba manusia penuh syukur
Tundukan jiwa bersujud dan tersungkur
Biar kemenangan yang menggema
Beri hamba pembeda
Dari fitnah yang tak kunjung reda
Tunjukilah jalan kebaikan;
Kupu kupu berebut harta karun
Bunga bunga berkudung merah marun
Terbangun mimpi di tengah gurun;
Hari ini indah
Kemarin hanya gundah
Besok mungkin resah
Terbangun mimpi di antara bahu patah;
Bangkit segera bangkit
Walau hidup tak ada restu langit
Hari ini cinta
Kemarin hanya kata
Besok mungkin buta
Terbangun mimpi di lakon sang pencipta;
Bangkit segera bangkit
Walau hati masih terasa sakit
Tak kenal diri ketika angkara
Tertunduk malu kubaca aksara
Keluh kesah dan dendam bergelora
Kutimang gelisah di tumpukan lara
‘Membara’
Berilah lantunan walau nada resah
Biar tersenyum hati yang marah
Bagai bola api di langit berwarna merah
Siap menghujam kencang menumbuk tanah
‘Amarah’
Aku ingin memecah semesta
Padamkan matahari sampai jiwa gelap gulita
Hentakan kaki sampai gunung gunung rata
Miliki bintang timur sampai mataku buta
‘Meminta’
Cengkram dadaku!
Akan kuamuk semesta di setiap penjuru
Padamkan marahku!
Akan kuamuk semesta lintasi waktu
Dinginkan hatiku!
Akan kurobek langit yang masih biru
Blarrrr!!!
Kuhantam dinding galaksi sampai ‘bergetar’
Tak perduli batu batu jagat hujani kepala
Tak perduli pula apa kata maki sang kala
Byurrr!!!
Melompat ke tengah samudra sampai ‘tercebur’
Menyelam ke batas mengubur jiwa yang kalap
Dalam, dalam, aku ingin dasar yang paling gelap
Marah pada diri sendiri
Lalu kuluapkan pada dunia
Biarkan aku di batas, sendiri
Lalu kulupakan saja semua
=======================================================
hahah..lagi kesel sama diri sendiri, akhirnya muncul ide untuk bikin puisi hiperbola di atas......selamat membaca dan mengapresiasi.
hatur nuhun,
wizurai
© Copyright 2009 | Blogger Templates | Theme by iPad Apps | All Rights Reserved